fbpx

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar teman-teman tercinta? Semoga kalian dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Kali ini kami akan berbagi artikel tentang ” Pengertian Aniaya Dan Cara Menghindarinya”. Ok pasti kalian sudah gak asing kan dengan kata tersebut, oke lebih lengkapnya langsung aja deh simak artikel di bawah ini.

Wahai temanku, dalam pergaulan sehari-hari, umat muslim harus membiasakan dan mengembangkan sifat terpuji. Hal itu akan menjalin hubungan yang serasi, persahabatan yang kokoh serta persaudaraan yang kuat diantara umat muslim yang disebut “Ukhuwah Islamiah”.

Di lain pihak umat islam harus mewaspadai serta menjauhi sikap perilaku tercela, Karena hal itu akan merusak pergaulan serta memutuskan tali silaturahmi. Oke tak usah berlama-lama lagi silahkan simak pembahasannya dibawah ini.

PENGERTIAN ANIAYA

Perkataan aniaya berasal dari bahasa sanskerta yang artinya perbuatan bengis, penyiksaan, atau zalim. Aniaya adalah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu wata’ala). Aniaya atau bengis, yaitu suatu tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Sifat yang satu juga bisa disebut zalim yang berarti gelap, rugi, atau menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan menurut istilah, zalim adalah perbuatan yang melampaui batas terhadap jiwa, harta, atau kehormatan orang lain dan menentang terhadap kebenaran. Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti, dan berbagai bentuk ketidaksenangan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksaan.

Baca juga: “Hasad: Pengertian, Bahaya, dan Contoh Perilaku Hasad Dan Cara Menghindarinya

Pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa penganiayaan merupakan kejahatan yang bersifat mengancam harta jiwa. Perbuatan tersebut sama dengan mencuri, bahkan lebih besar, karena didalamnya terdapat unsur kekerasan. Jika sampai membunuh korbannya maka jelas perbuatan itu termasuk salah satu dosa yang amat besar.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran Surah Hud Ayat 113 yang artinya:  “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan..”

BAHAYA PERILAKU ANIAYA

Teman yang di rahmati Allah Subhanahu wata’ala, perilaku tercela ini sangatlah berbahaya. Adapun bahaya yang ditimbulkan karena perilaku ini adalah sebagai berikut.

  1. Merugikan kehidupan diri sendiri, baik didunia maupun akhirat.
  2. Mendapatkan azab dari Allah.
  3. Amal perbuatannya menjadi sia-sia disisi Allah.

BENTUK DAN CONTOH ANIAYA

Adapun bentuk dan contoh perilaku tercela ini adalah sebagai berikut.

  1. Zalim kepada Allah, dengan tidak nematuhi perintahnya dan tidak mau menjauhi larangannya.
  2. Zalim kepada diri sendiri, contoh: membiarkan diri sendiri tetap bodoh,malas,bunuh diri, dll.
  3. Zalim kepada orang lain, contoh: mengumpat, mengadu domba, memfitnah, mencuri, membunuh, dll.
  4. Zalim kepada makhluk lain, contoh penebangan hutan secara liar, memburu hewan langka, dll.

Baca Juga: “Apa itu husnudzan?

CARA MENGHINDARI PERILAKU ANIAYA

Teman, kita sekarang tahu kan kalau zalim adalah perilaku yang amat tercela, oleh karena itu kita wajib menghindari sifat tersebut. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku aniaya:

  1. Selalu waspada dan hati-hati dalam setiap menghadapi masalah.
  2. Menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang antar sesama.
  3. Menyadari bahwa setiap perbuatan mempunyai sebab akibat sesuai dengan kehendak Allah.
  4. Membiasakan diri bersyukur kepada Allah.
  5. Berhati- berhati dalam bertindak, berbicara, dan dalam menerima informasi yang ada.

Demikianlah pembahasan artikel tentang perilaku Aniaya, sebagai mukmin kita harus menjauhi apa yang namanya sifat atau perilaku ini. Semoga kita semua terhindar dari sifat tercela yang satu ini ya teman Amin. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kita semua, akhir kata…

Wassalamualakum wr wb


Mas Bayu

Seorang muslim yang hobi membaca dan menulis. Serta seorang mahasiswa semester akhir yang berjuang untuk lulus.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan