fbpx

Assalamualaikum Wr Wb

Apa kabar teman, semoga kalian dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’alla. Dalam kesempatan kali ini kami akan bagikan artikel tentang “Husnudzan”, baik dari segi pengertiannya, macamnya, dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: “Apa itu Religius?

Dalam menjalani hidup ini kita harus senantiasa berpikir positif atas apa yang telah Allah Subhanahu wa ta’alla berikan kepada kita. Sebagai umat muslim, kita harus yakin bahwa apa yang telah digariskan oleh Allah Subhanahu wa ta’alla adalah yang terbaik untuk hamba-Nya. Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa ta’alla akan berbuat baik bagi setiap hamba-Nya dalam Islam disebut dengan Husnudzan kepada Allah Subhanahu wa ta’alla. Apa itu berbaik sangka? Pada artikel ini akan membahasnya, Ok langsung simak tulisan dibawah ini.

A. PENGERTIAN HUSNUDZAN

Husnudzan secara bahasa berarti prasangka baik. Husnudzan berasal dari kata ‘husnu’ yang artinya baik, dan ‘zan’ artinya prasangka. Lawan katanya adalah ‘suudzan’ yang berarti berburuk sangka. Husnudzan adalah sikap mental dan cara pandang seseorang yang membuatnya melihat sesuatu secara positif. Seseorang yang berprasangka baik akan mempertimbangkan sesuatu dengan pikiran jernih.

Sebaliknya, seseorang yang pikirangnnya yang senantiasa di jejali oleh sikap suudzan akan memandang sesuatu selalu jelek. Seolah-olah tidak ada sedikitpun kebaikan dalam pandangannya. Pikirannya telah di jejali oleh sikap yang menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Perhatikan Firman Allah Subhanahu wa ta’alla dalam Al Quran Surah Al-Hujuraat ayat 12:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

B. MACAM-MACAM HUSNUDZAN

Secara garis besar Husnudzan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu Berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta’alla, Berprasangka baik kepada diri sendiri, dan Berprasangka baik kepada manusia.

  1. Berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta’alla. Husnudzan kepada Allah, berarti selalu berprasangka baik kepada Allah. Jika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah maka buruklah prasangka Allah pada orang tersebut. Pada hakikatnya, apapun yang kita alami terhadap cobaan yang diberikan Allah, kita harus berbaik sangka. Karena semakin sayang Allah kepada hambanya, maka semakin besar pula cobaan yang diberikan. Perilaku husnudzan kepada Allah Subhanahu wa ta’alla merupakan perilaku syukur dan sabar.
  2. Berprasangka baik kepada diri sendiri. Husnudzan terhadap diri sendiri berarti berprasangka baik kepada diri sendiri. Menerima apa adanya serta berbaik sangka kepada Allah tidak menyesali keadaan dan keberadaannya. Adanya berbagai cobaan misalnya, miskin, cacat, sakit, dan sebagainya kita harus tetap bersuyukur kepada Allah yang telah menciptakan sebaik-baiknya makhluk. Sikap yang menunjukkan husnudzan kepada diri sendiri antara lain gigih, berinisiatif, dan rela berkorban.
  3. Berprasangka baik terhadap sesama manusia. Husnudzan kepada sesama manusia adalah sikap yang selalu berpikir dan berprasangka baik kepada sesama manusia. Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada orang lain tanpa ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang jelas. Berprasangka baik terhadap sesama manusia hukumnya mubah/jaiz/boleh. Husnudzan terhadap sesama baik berupa sikap, ucapan, dan perbuatan yang hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.
  • Tidak iri hati terhadap nikmat Allah Subhanahu wa ta’alla yang diterima orang lain.
  • Tidak berprasangka buruk kepada orang lain.
  • Bekerja sama dengan orang lain dalam hal kebaikan.

Baca juga: “Apa itu Hari Kiamat?

C. CARA MEMBIASAKAN BERPRASANGKA BAIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sebagai orang yang beriman dan bertakwa, hendaknya kita membiasakan diri berprilaku husnudzan baik kepada Allah Subhanahu wa ta’alla, diri sendiri, dan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Berprasangka baik dapat ditunjukkan oleh setiap muslim dengan cara berikut.

1. Menunjukkan sifat husnudzan kepada Allah Subhanahu wa ta’alla

  • Senantiasa taat kepada Allah.
  • Bersyukur apabila mendapat kenikmatan .
  • bersabar ketika mendapat ujian/cobaan.
  • Yakin bahwa dibalik penderitaan dan kegagalan selalu ada kebahagiaan.

2. Menunjukkan sifat prasangka baik kepada diri sendiri

  • Memiliki semangat juang tinggi.
  • Selalu tampil penuh percaya diri.
  • Bersifat sportif dan obyektif.

3. Menunjukkan sifat prasangka baik kepada sesama manusia

  • Berjiwa besar dalam menerima kegagalan.
  • Bersikap tidak menyalahkan orang lain dalam menerima kekalahan atau musibah.
  • Bersikap proaktif dan kooperatif dalam hal kebaikan.

D. MANFAAT DAN HIKMAH SIKAP HUSNUDZAN

1. Manfaat Selalu Berprasangka Baik

  • Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi sumber kebahagiaan karena didasari ketulusan.
  • Terhindar dari penyesalan dalam hubungan antar sesama.
  • Selalu merasa senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
  • Timbulnya ketenangan dan ketentraman dalam hidup.

2. Hikmah Selalu Berprasangka Baik

  • Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa ta’alla.
  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’alla atas nikmat-Nya.
  • menumbuhkan sikap sabar dan tawakal.
  • Menumbuhkan keinginan untuk mendapat anugerah dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’alla dengan cara ikhtiar dan berusaha.

Demikianlah artikel tentang “Husnudzan”, semoga kita bisa menjadi orang yang selalu bersikap Husnudzan,, Amin. Jika ada kesalahan ketik saya mohon maaf. Akhir kata..

Wassalamualaikum Wr Wb


Mas Bayu

Seorang muslim yang hobi membaca dan menulis. Serta seorang mahasiswa semester akhir yang berjuang untuk lulus.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan