fbpx

Hai teman, bagaimana kabar kalian?, semoga sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Pengertian Hutang, Dalilnya, Adabnya, Penghapusan Hutang Dalam Islam dan Bahayanya.” Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: “Doa Ketika Turun Hujan

Pengertian Berhutang

Berutang secara umum adalah suatu transaksi yang dilakukan oleh 2 orang yang mana orang pertama (pemberi hutang) menyerahkan sejumlah uang kepada orang kedua (peminjam/orang yang berhutang) dengan sukarela, namun orang kedua wajib mengembalikan uang tersebut kepada orang pertama pada waktu yang sudah ditentukan.

Sedangkan dalam islam hutang itu dikenal dengan nama Al-Qardh yang memiliki arti memotong sedangkan menurut istilah berhutang adalah memberikan sejumlah harta atas dasar kasih sayang kepada orang yang membutuhkan, yang mana kelak harta tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang yang sudah memberikan hartanya tersebut.

Dalil Tentang Hutang

dalil tentang hutang

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Quran Surah Al-Baqarah Ayat 282)

Adab Dalam Berhutang

Berikut ini adalah beberapa adab yang dilakukan ketika ingin berhutang.

Baca Juga: “Ghibah Dalam Islam

1. Berhutang hanya dalam keadaan mendesak
Islam memang memperbolehkan untuk berhutang dalam rangka membantu orang yang mengalami kesulitan, namun berhutang tidak boleh dijadikan suatu kebiasaan atau berhutang hanya untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan seperti membeli ponsel baru, membeli tas baru dan lain sebagainya. Oleh karena itu berhutanglah hanya dalam kondisi terdesak saja agar hutang tidak menjadi kebiasaan.

2. Pemberi hutang tidak boleh mengambil keuntungan
Memberikan pinjaman dalam bentuk hutang itu bertujuaan untuk meringankan kesulitan yang dialami orang lain, dan tidak mencari keuntungan. Bahkan sangat dianjurkan untuk memberi penangguhan waktu pembayaran kepada orang yang berhutang apabila masih mengalami kesulitan dalam membayar hutang, atau kalau bisa menganggap lunas hutang tersebut.

3. Melakukan pencatatan dan adanya saksi
Mencatat setiap hutang dan dilihat oleh beberapa saksi itu merupakan keharusan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi suatu masalah di kemudian hari.

4. Berniat untuk segera melunasi.
Jika ingin berhutang maka niatkan juga untuk segera melunasinya, dan jangan sampai berniat untuk tidak mengembalikannya. Sebab hal demikian sama dengan mengambil harta milik orang lain dengan cara yang tidak baik.

Penghapusan Hutang Dalam Islam

Jika orang yang berhutang mengalami kesulitan untuk melunasi hutangnya, maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh yakni sebagai berikut.

A. Memberikan penangguhan waktu pelunasan
Membayar hutang itu harus dilakukan pada saat jatuh tempo. Apabila orang yang berhutang mengalami kesulitan untuk melunasi pada waktu yang sudah ditentukan, maka pihak pemberi hutang bisa memberikan keringanan berupa penangguhan waktu pelunasannya. Berbeda halnya jika orang yang berhutang dengan sengaja menunda waktu pembayaran, maka pemberi hutang berhak untuk menagihnya.

Baca Juga: “Berhijab Bagi Kaum Wanita

B. Membebaskan sebagian atau seluruh hutang
Pemberi pinjaman dapat memberikan keringanan berupa membebaskan sebagian atau keseluruhan hutang kepada orang yang berhutang, apabila orang yang berhutang tersebut masih mengalami kesulitan untuk melunasinya. Sebab dalam islam itu sangat dianjurkan untuk saling tolong menolong kepada sesama yang sedang mengalami suatu kesulitan.

Bahaya Jika Tidak Melunasi Hutang

Orang yang dengan sengaja tidak mau membayar hutangnya maka itu adalah dosa. Tidak membayar hutang maka sama saja dengan merampas harta milik orang lain dengan cara yang tidak baik. Sebab dalam berhutang itu ada akad yang harus dipenuhi. Oleh karena itu wajib hukumnya untuk membayarnya sesuai dengan akad yang sudah disepakati, sedangkan yang melanggar adalah haram hukumnya.

Oleh karena itu jika mengalami suatu kesulitan ketika ingin melunasi tepat pada waktunya maka datangilah dan bicarakanlah kepada orang yang memberikan hutang mengenai kesulitan yang sedang dialami. Sebab sangat berdosa apabila seorang muslim tidak melaksanakan suatu kewajibannya serta melanggar hak orang lain.

Kesimpulan

Berhutang dalam islam itu memang diperbolehkan, namun jangan dijadikan kegiatan ini sebagai suatu kebiasaan. Apabila berhutang maka segeralah untuk melunasinya jika mampu, sebab jika dengan sengaja tidak mau melunasinya maka itu sama saja dengan mengambil paksa harta orang lain.

Sekian pembahasan mengenai “Berhutang dalam pandangan Islam”. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.


Mas Bayu

Seorang muslim yang hobi membaca dan menulis. Serta seorang mahasiswa semester akhir yang berjuang untuk lulus.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan