Jagalah Lisan Kamu

Barang siapa yang bisa menjaga ucapannya maka dia akan beruntung. Jagalah olehmu lisan ini “maka berkatalah yang baik atau diam”, hal ini adalah nasehat yang sangat mulia dan bermanfaat untuk menjaga lisan. Hindarilah mengucapkan sesuatu yang buruk dan menyakiti orang lain. Muslim yang sejati adalah muslim yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya, karena jika sempurna akal seseorang maka ia akan menjaga ucapannya kecuali untuk kebaikan. Ucapanmu adalah cerminan dirimu jika lisan disibukkan dengan yang HAQ maka ia akan terhindar dari perkara yang bathil.

Baca Juga: “Tata Cara Mandi Junub Yang Baik Dan Benar

Cara Menjaga Lisan

Diantara perkara yang HAQ adalah menggunakan lisan untuk berdzikir, berdoa, membaca Al-Quran, menyuruh kepada kebaikan, dan mencegah dari yang munkar, mengajarkan ilmu dan berdakwah menuju Allah Subhanahu wata’ala. Karena jika tidak maka ucapannya akan disibukkan dengan hal yang bathil seperti ghibah, mengadu domba, berkata bohong, berkata yang sia-sia, dan menyebarkan keburukan, serta mengatakan perkataan tentang Allah tanpa dasar Ilmu.

Baca juga: “5 Manfaat Berkurban Dalam Islam

Karena semua perkataan yang keluar dari dirinya akan selalu diawasi, dicatat serta nanti akan dibuka pada hari pembalasan. Jika perkataan itu baik maka akan diberi pahala dan balasan kebaikan dan jikalau perkataan itu buruk maka akan diganjar dosa dan azab. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam QS. Qaf: 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Keutamaan Menjaga Lisan

Maka muslim yang berakal akan sangat berhati-hati, karena jika tidak maka ia akan mengalami penyesalan di hari kiamat. Dan penyesalan yang paling menyedihkan adalah ketika pahala kebaikan orang tersebut pergi ke timbangan kebaikan orang lain. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Sekian dari saya, semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di lain waktu.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *