Apa itu Marketing Syariah?

Marketing Syariah

Hai teman, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Pengertian marketing syariah, Tujuan, Karakteristik serta Etika”. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Marketing Syariah

Kata marketing itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti pemasaran. Marketing adalah suatu proses bisnis yang tujuannya untuk menentukan harga, mendistribusikan, mempromosikan suatu barang atau jasa kepada para client ataupun nasabah. Dalam Islam sendiri marketing itu disebut sebagai wakalah yang berarti penyerahan. Marketing syariah itu adalah suatu proses perubahan nilai dan penawaran dari satu penggagas kepada bagian lain yang sesuai dengan prinsip bermuamalah dalam Islam.[1]

Baca juga:Reksa Dana Syariah

Tujuan Marketing Syariah

Adapun tujuan dari marketing syariah itu sendiri adalah sebagai berikut ini.[2]

  1. Memudahkan para konsumen untuk membeli suatu produk.
  2. Memaksimalkan kepuasan konsumen lewat layanan yang diinginkan.
  3. Memberikan berbagai jenis produk agar konsumen memiliki banyak pilihan.
  4. Memaksimalkan kualitas produk.

Baca juga: “Keuntungan Investasi Saham Syariah

Karakteristik Marketing Syariah

Berikut dibawah ini adalah 4 karakteristik marketing syariah.[3]

  1. Teistis (al-Rabbaniyah)
    Sifat Rabbaniyah yakni menunjukkan bahwa hukum Allah merupakan aturan serta undang-undang yang paling adil. Karena hanya Allah yang Maha Tahu atas semua yang terbaik bagi para hamba-Nya. Dan Allah tidak akan pernah memberikan hukuman bagi orang-orang yang tidak melakukan tindakan kejahatan.
  2. Etis (al-Akhlaqiyah)
    Sifat etis ini merupakan seorang yang yakin serta menyadari keberadaan Allah Subhanahu wata’ala, maka dengan begitu ia akan menjadi pribadi yang memiliki sifat akhlaq karimah. Hal ini dikarenakan bahwa dirinya merasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wata’ala. Dan kelak pada Hari Pembalasan ia akan mempertanggung jawabkan semua yang telah ia kerjakan sewaktu hidup di dunia.
  3. Realistis (al-Waqi’iyah)
    Marketing syariah bukanlah suatu konsep pemasaran yang eksklusif, fanatic, atau kaku. Melainkan konsep pemasaran yang flexibel sebagaimana keluasan syariah Islam yang melandasinya. Serta akan selalu mengedepankan profesionalitas, nilai religius, serta kejujuran dalam beraktifitas sehari-hari.
  4. Humanistis (al-Insaniyah)
    Dengan sifat humanistis maka ia akan menjadi manusia yang terkontrol dan seimbang, tidak serakah dalam mencari keuntungan. Serta bukan pula menjadi manusia yang bahagia atas penderitaan orang lain atau tidak memiliki kepedulian dengan manusia di sekitarnya.

Etika Marketing Syariah

Pada dasarnya etika marketing yang berkembang dalam dunia modern secara substansial sama dengan etika marketing dalam Islam, yang membedakannya adalah etika marketing modern berasal dari pemikiran manusia serta nilai kultural masyarakat, sedangkan etika marketing dalam ajaran Islam berdasarkan spritual, keilahian yang bersumber pada syariat Islam. Dalam aktifitas perdagangan itu ada yang dinamakan prophetic values of business management yang meliputi shiddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), tabligh (menyampaikan/komunikatif) dan juga syaja’ah (mampu atau berani dalam mengambil suatu keputusan).[4]

والله أعلمُ

Sekian pembahasan mengenai “Pengertian marketing syariah, Tujuan, Karakteristik serta Etikanya”. Semoga pembahasan di atas memberikan tambahan ilmu serta wawasan bagi kita semua. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *