Menuntut Ilmu

  • Mas Bayu 
menuntut ilmu

Hai teman, bagaimana kabar kalian?, semoga sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Menuntut Ilmu”. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

keutamaan menuntut ilmu dalam Islam

Apa itu Menuntut Ilmu?

Menuntut ilmu adalah usaha yang dilakukan seseorang agar dapat menuju ke arah yang lebih baik, yakni menuju kebenaran serta meninggalkan kebodohan. Memahami serta mendalami ilmu agama islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat muslim.

Memahami serta mendalami ilmu agama akan membuat seorang muslim menjadi baik dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Serta membantu melindungi dan membentengi diri sendiri dan keluarga dari aqidah yang sesat.

Baca juga: “Keutamaan Hari Jumat

Bagaimana Dengan Hukumnya?

Menuntut ilmu dalam pandangan Islam adalah suatu kewajiban. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia memiliki ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-keduanya pula.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Menuntut ilmu menurut Para ahli fiqh dikelompokkan menjadi dua yakni Fardhu ‘ain dan Fardhu kifayah.

A. Fardhu ‘ain

Menuntut ilmu adalah Fardhu ‘ain yaitu ilmu yang harus dipelajari oleh setiap muslim yakni ilmu tentang agama islam. Agar semua ibadahnya benar dan lurus sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah dalam Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya.

B. Fardhu kifayah

Menuntut ilmu adalah fardhu kifayah yakni ilmu yang memperdalam ilmu syariat dengan cara mempelajari maupun menghafalnya. Contoh ilmu yang dibutuhkan dalam oleh umat islam seperti sistem pemerintahan, hukum, perekonomian, dan lain sebaginya.

Baca juga: “Apa itu Puasa Ramadhan?

Siapa Saja Yang Boleh Menuntut Ilmu?

Menuntut ilmu itu boleh dilakukan oleh orang laki-laki maupun perempuan serta tua maupun muda. Namun sangat dianjurkan untuk mencari ilmu agama Islam agar setiap muslim dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala menjadi lebih baik.

Apa Tujuan Dari Menuntut Ilmu?

Tujuan dari mencari ilmu adalah tidak lain dan tidak bukan yakni agar setiap umat muslim menjadi lebih cerdas serta untuk menghilangkan kebodohan. Namun juga perlu diingat bahwa menuntut ilmu itu harus diniatkan karena Allah Subhanahu wata’ala.

Baca juga: “Hutang Dalam Pandangan Islam

Bagaimana Adab Dalam Menuntut Ilmu?

Berikut adalah adab-adab ketika sedang menuntut ilmu.

1. Menuntut Ilmu diniatkan Karena Allah

Ketika mencari ilmu itu harus selalu diniatkan karena Allah agar ilmu tersebut bisa bermanfaat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Al Quran Surah Al-Bayyinah Ayat 5

Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al Quran Surah Al-Bayyinah Ayat 5)

Seseorang yang mencari ilmu tidak diniatkan kepada Allah dan hanya digunakan untuk mendapat keuntungan dunia saja maka ia tidak akan mencium aroma Surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (Hadist ini diriwayatkan oleh Ahmad)

2. Bersungguh-Sungguh Dalam Menuntut Ilmu

Dalam mencari ilmu sangat dianjurkan untuk bersungguh-sungguh serta bersemangat untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Dengan begitu atas seizin Allah ilmu yang dicari dengan bersungguh-sungguh akan menjadi bermanfaat.

3. Jangan Sombong Atas Ilmu Yang Sudah Dikuasai

Sombong merupakan sifat yang sangat tercela oleh karena itu wajib untuk dihindari. Bagi seorang yang ahli ilmu diharuskan untuk tidak sombong karena menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain. Jadi agar ilmu yang sudah dicari bermanfaat maka tetaplah menjadi orang yang rendah hati.

4. Menyimak Pelajaran Yang Sedang Disampaikan

Ketika belajar ilmu agama maka tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat serta tidak ada kaitannya dengan ilmu yang sedang disampaikan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Al Quran Surah Al-A’raf Ayat 204)

5. Menghafal Ilmu Yang Sudah Dipelajari

Setelah menyimak pelajaran yang telah disampaikan maka selanjutnya adalah menghafalkan ilmu tersebut, agar selalu mudah diingat dan tidak mudah hilang atau lupa.

6. Mengamalkan Ilmu Yang Sudah Didapat

Akan sia-sia jika ilmu yang sudah didapat namun tidak diamalkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” ( Hadist ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani)

7. Sebisa Mungkin Untuk Mendakwahkan Ilmu Tersebut

Berdakwah untuk mengajak ke jalan Allah merupakan kedudukan yang mulia, namun hal tersebut tidak dapat terwujud tanpa adanya ilmu. Oleh karena itu bagi seseorang yang ingin berdakwah maka sangat wajib memiliki ilmu agama Islam yang bagus.

Baca juga: “Doa Ketika Turun Hujan

Apa Keutamaan Menuntut Ilmu?

Berikut ini adalah keutamaan dalam menuntut ilmu.

1. Diangkat Derajatnya

Orang yang berilmu derajatnya akan diangkat oleh Allah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Quran Surah Al-Mujadilah Ayat 11)

2. Amalan Yang Tidak Terputus

Orang yang menuntut ilmu kemudian mengajarkannya kepada orang lain, maka amalan orang yang menuntut ilmu tersebut tidak akan terputus walaupun sudah meninggal, hal ini sesuai dengan hadis berikut ini.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (Hadist ini diriwayatkan oleh Muslim)

3. Sebuah Jalan Menuju Ke Surga

Seseorang yang menuntut ilmu maka akan dimudahkan jalan untuk menuju ke Surga, hal ini sesuai dengan hadist berikut ini.

Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Hadist ini diriwayatkan oleh Muslim)

4. Orang Yang Berilmu Akan Selalu Takut Kepada Allah

Orang yang berilmu akan selalu merasa takut kepada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah sebagai berikut.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya: “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al Quran Surah Fatir Ayat 28)

والله أعلمُ

Sekian pembahasan mengenai “Menuntut Ilmu”. Semoga pembahasan diatas memberikan tambahan ilmu serta wawasan bagi kita semua. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.