Menutup Aurat

menutup aurat

Hai teman, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Menutup Aurat”. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: “Pentingnya Memiliki Sifat Qana’ah

Menutup Aurat Bagi Wanita

Memakai jilbab akhir-akhir banyak digandrungi oleh kaum perempuan, terutama yang masih berusia muda. Hal tersebut merupakan berita yang bagus sebab menutup aurat dengan jilbab merupakan perintah agama. Namun alangkah lebih baik jika memakai jilbab itu disebabkan karena kesadaran diri mengenai pentingnya menutup aurat bagi wanita, bukan hanya karena ikut-ikutan saja, sebab hal tersebut dapat mencederai ajaran agama Islam itu sendiri.

Masih banyak dijumpai para kaum wanita itu mengenakan jilbab namun akhlaknya masih kurang baik, seperti berpacaran, berboncengan, bergandeng tangan kepada lawan jenis yang bukan mahramnya. Tentu hal tersebut sangat tidak berkesesuaian dengan perintah agama mengenai menutup aurat. Sebaiknya wanita yang sudah berjilbab itu menunjukkan akhlak mulia yang dapat dijadikan contoh kepada wanita-wanita lainnya.

Baca juga: “Perilaku Taat: Pengertiannya dan Contohnya

Pengertian Aurat

Aurat itu sendiri berasal dari kata awira yang berarti hilang perasaan. Secara umum kata ini bermaksud tidak baik untuk dipandang, memalukan, ataupun mengecewakan. Adapun aurat menurut istilah itu adalah batas-batas dari tubuh yang wajib untuk ditutup karena perintah dari Allah Subhanahu wata’ala.

Pengertian Berjilbab

Jilbab merupakan sebuah pakaian bagi wanita yang mana pakaian tersebut itu longgar yang berfungsi untuk menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dalam bahasa Arab itu sendiri dikenal dengan nama khimar sedangkan dalam bahasa Inggris itu disebut veil. Menutup aurat itu sendiri merupakan perintah dari Allah Subhanahu wata’ala. Perintah tersebut pertama kali diperintahkan kepada istri-istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam agar tidak berbuat seperti kebanyakan wanita pada waktu itu. Selanjutnya Allah juga memerintahkan kepada istri-istri Nabi untuk tidak berhadapan dengan yang bukan mahramnya. Kemudian Allah juga memerintahkan kepada mereka untuk menutup aurat apabila ingin keluar rumah. Perintah menutup aurat tidak hanya untuk istri-istri Nabi dan anak perempuannya melainkan istri dan anak-anak perempuan orang-orang yang beriman.

Baca juga: “Hadas: Pengertian, Dasar Hukum, Serta Macam-Macamnya

Dalil Menutup Aurat

Berikut ini adalah dalil pentingnya mengenakan jilbab, diantaranya:

Al Quran Surah Al-Ahzab Ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dari ayat diatas, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diperintahkan untuk menyampaikan kepada para istrinya, anak-anak perempuannya, dan wanita muslim untuk memanjangkan jilbabnya hal ini dimaksudkan untuk membedakan dengan wanita yang bukan muslim, selain itu juga dapat melindungi diri mereka agar tidak ada yang mengganggu.

Baca juga: “Cara Mendidik Anak Dengan Baik

والله أعلمُ

Sekian pembahasan mengenai “Menutup Aurat”. Semoga pembahasan di atas memberikan tambahan ilmu serta wawasan bagi kita semua. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *