fbpx

Pengertian Perilaku Terpuji (Akhlakul Karimah)

Perilaku terpuji atau sifat terpuji atau Akhlakul Karimah merupakan Sifat-sifat yang memiliki budi pekerti atau tingkah laku baik yang wajib dilakukan sehari-hari. Adapun macam-macam perilaku terpuji adalah sebagai berikut: sabar, rida, amal saleh, tawakal, husnuzan, qona’ah, percaya diri, dan masih banyak yang lainnya. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas 3 macam Akhlakul Karimah/ perilaku terpuji yakni Amal saleh, adil, dan rida. jadi silahkan simak penjelasannya dibawah ini.

Baca juga: “Jangan Kau Turuti Hawa Nafsumu

Macam-Macam Perilaku Terpuji (Akhlakul Karimah)

1. Amal Saleh

Amal saleh adalah suatu perbuatan baik, misalnya saling tolong menolong kepada sesama saudaranya yang ditimpa suatu musibah atau bencana, meringankan penderitaan orang lain yang lagi kesusahan, dan masih banyak yang lainnya. Jadi amal saleh dapat kita artikan sebagai perilaku baik yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain dengan rasa ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala pernah berfirman dalam Al-Quran Surah Al Baqarah ayat 82:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”

2. Adil

Adil berarti tidak berat sebelah, tidak pilih kasih, tidak sewenang-wenang. Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk berlaku adil dalam memutuskan suatu perkara, kita tidak boleh berat sebelah meskipun terhadap keluarga maupun sahabat-sahabat kita, Jadi adil ini merupakan pemberian hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada yang dikurangi, serta meletakkan segala urusan  ditempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kaliamat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran Surah Al-Hujarat ayat 9:

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya:“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Jadi disini kita sebagai manusia harus bersikap adil, karena Allah Subhanahu wata’ala sangat menyukai orang-orang yang berlaku adil. Misal jika kalian menjadi seorang pemimpin suatu negara maka berlaku adilah kepada rakyat-rakyatmu, jika kalian pemimpin anggota keluarga (ayah) maka berlaku adilah kepada istri dan anakmu, jika kalian seorang kakak (laki-laki atau perempuan) maka berlaku adilah kepada saudara-saudaramu atau adik-adikmu.

3. Rida

Rida dapat diartikan senang, suka, rela. Di dalam kehidupan seseorang harus mampu menampilkan sikap Rida diantaranya:

A. Rida Terhadap Perintah dan Larangan Allah Subhanahu wata’ala

Adalah rida untuk taat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Pada dasarnya orang yang sudah mengucapkan 2 kaliamat syahadat, sudah dapat diartikan sebagai pernyataan rida kepada semua nilai dan syariat islam. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran Surah Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Artinya:“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

B. Rida Terhadap Takdir Allah Subhanahu wata’ala

Jika kita ditimpa suatu musibah atau bencana maka sikap yang sebaiknya kita ambil adalah rida dan sabar. Orang yang rida hatinya akan selalu tertanam sangkaan baik (husnuzan) terhadap Sang Khaliq bagi orang yang rida akan ujian adalah pembangkit semangat untuk semakin dekat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Jadi selalu tanamkan sikap rida didalam kehidupan sehari-hari kalian, karena dibalik ujian dari Allah Subhanahu wata’ala pasti ada hikmah yang bisa kita ambil atau petik.

C. Rida Terhadap Perintah Orang Tua

Jika kita rida terhadap perintah orang tua itu sama halnya kita rida kepada Allah Subhanahu wata’ala, karena kita tahu bahwa keridaan Allah Subhanahu wata’ala tergantung kepada keridaan orang tua, Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran Surah Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Baca Juga: “Pernikahan di Dalam Islam

Demikianlah pembahasan kita mengenai Pengertian dan Macam-Macam Perilaku Terpuji (Akhlakul Karimah), semoga bermanfaat, jangan lupa share. Sekian terima kasih dan sampai jumpa di lain waktu.

Jelaskan pengertian rida?

Rida adalah menerima semua yang terjadi atas dirinya dengan lapang dada dan senang hati, dan meyakini bawa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Subhanahu wata’ala.

Jelaskan pengertian adil?

Secara bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak ke salah satu pihak, bersikap proporsional, dan memihak kepada yang benar. Kemudian secara istilah, pengertian adil dapat diartikan yaitu menetapkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian adil merupakan suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu pribadi.

Apa yang dimaksud amal jariyah?

Amal jariyah dalam bahasa Arab berarti amal yang mengalir. Jadi bisa diartikan sebagai perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat. Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia.

Jelaskan pengertian amal saleh?

Amal saleh adalah segala amal perbuatan yang dikerjakan karena mengharapkan rida Allah Subhanahu wata’ala. Contoh : Berbakti kepada kedua orang tua, Saling membantu dan mengurangi penderitaan orang lain karena Allah Subhanahu wata’ala, Rajin dan semangat dalam belajar.


Mas Bayu

Seorang muslim yang hobi membaca dan menulis. Serta seorang mahasiswa semester akhir yang berjuang untuk lulus.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan