fbpx

Manusia diciptakan Allah Subhanahu wata’ala dengan berpasang-pasangan. Manusia diberikan rasa cinta dan kasih antara lelaki dan perempuan adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa. Bayangkan, jika manusia tidak diberikan rasa kasih dan sayang, menurut kalian apa yang akan terjadi?. Akan tetapi hubungan cinta yang terjalin antara pria dan wanita ini akan penuh kesucian dan kemuliaan jika terjalin lewat jalur menikah. Sebab, banyak sekali anak muda jaman sekarang yang menjalin hubungan cinta ini melalui jalur yang sangat dilarang oleh agama, kalian tahu sendiri lah jalur apa itu!.

Baca juga: “Jagalah Lisan Kamu

A. Pengertian Pernikahan

Kalau diartikan menurut bahasa pernikahan itu berarti menghimpun atau mengumpulkan. Sedangkan jika menurut istilah menikah merupakan suatu ikatan lahir dan batin yang terjalin antara seorang pria dan seorang wanita yang bukan muhrimnya sebagai suami dan istri yang bertujuan untuk membina suatu rumah tangga dan sebagai jalan untuk menggapai Rahmat Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dala Al Quran Surah An-Nisa’ ayat 3:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Artinya: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa kita diperbolehkan menikahi wanita lebih dari satu wanita dengan maksimal 4 wanita dengan catatan kalian bisa berlaku adil kepada semuanya, jika kalian tidak dapat berlaku adil maka nikahlah dengan satu wanita saja.

B. Rukun Pernikahan

Adalah sesuatu yang wajib ada pada saat pernikahan, jika tidak dipenuhi maka pernikahan tersebut tidak akan sah. Berikut adalah rukun-rukun menikah.

  • Ada calon suami.
  • Ada calon istri.
  • Ada wali dari calon istri.
  • Ada saksi.
  • Ada ijab dan qabul.

C. Syarat Menikah

Syarat nikah ini sama dengan rukun nikah yakni sesuatu yang harus dipenuhi, jika tidak dipenuhi maka pernikahan tersebut tidak sah. Adapun syarat-syarat pernikahan adalah sebagai berikut.

1. Syarat Calon Suami Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon suami adalah sebagai berikut.

  • Beragama Islam.
  • Sudah Baligh.
  • Berakal.
  • Kemauan Sendiri.
  • Bukan Muhrim Calon Istri.
  • Tidak Sedang Berhaji atau Umrah.

2. Syarat Calon Istri Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon istri adalah sebagai berikut.

  • Beragama Islam.
  • Sudah Baligh.
  • Bukan Muhrim Bagi Calon Suami.
  • Tidak Bersuami.
  • Berakal.
  • Tidak Sedang Berhaji ataupun Umrah.

3. Syarat Wali Calon Istri Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon wali istri adalah sebagai berikut.

  • Beragama Islam.
  • Berakal.
  • Sudah Baligh.
  • Laki-Laki.
  • Tidak Fasiq.

Baca Juga: “Jangan Kau Turuti Hawa Nafsumu

Perlu kalian ketahui bahwa wali pernikahan itu dibedakan menjadi 2 yakni wali nasab dan wali hakim. Wali nasab merupakan wali yang berasal dari pihak kerabat, sedangkan wali hakim merupakan seorang pejabat yang diberi hak untuk menjadi wali dalam suatu pernikahan karena ada sebab-sebab tertentu. Adapun wali nasab yang berhak untuk menjadi wali dalam pernikahan adalah sebagai berikut.

  1. Ayah,
  2. Kakek dari Ayah,
  3. Saudara Laki-Laki Kandung,
  4. Saudara Laki-Laki Seayah,
  5. Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Kandung,
  6. Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Seayah,
  7. Saudara Laki-Laki Yang Sekandung Dengan Ayah,
  8. Saudara Laki-Laki Ayah yang Seayah,
  9. Anak Laki-Laki Paman Yang Sekandung Dengan Ayah,
  10. Anak Laki-Laki Paman Yang Seayah Dengan Ayah.

4. Syarat dua Orang Saksi Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi Saksi adalah sebagai berikut.

  • Beragama Islam,
  • Sudah Baligh,
  • Berakal,
  • Tidak Fasiq,
  • Laki-laki.

5. Syarat Ijab dan Qabul Yang dimaksud dengan ijab merupakan pernyataan pernikahan dari pihak wali dari calon istri kepada calon suami. Sedangkan Qabul adalah pernyataan menerima atas pernikahan dari wali calon istri. Adapun syarat Ijab dan Qabul adalah sebagai berikut.

  • Dengan kata-kata yang jelas,
  • adanya kesesuaian antara ijab dan qabul,
  • Tidak berselang lama antara ijab dan qabul,
  • Tidak ada syarat yang memberatkan yang dapat menghalangi kelangsungan pernikahan.

Baca juga: “Tata Cara Mandi Junub Yang Baik Dan Benar

D. Manfaat Nikah

Menikah memiliki banyak fungsi diantaranya.

  • Menentramkan jiwa,
  • Memperoleh keturunan yang sah,
  • Terhindar dari perbuatan maksiat.

E. Kesimpulan

Jadi sudah paham semua kan kalian! Perlu kalian ingat bahwa hubungan asmara atau kasih sayang tanpa melalui jalur nikah adalah sesuatu yang sangat diharamkan. Karena dari hubungan terlarang tersebut akan menciptakan atau menimbulkan perbuatan yang sangat dilarang agama yakni perzinahan. Oleh karena itu, jika kalian mampu untuk menikah ya menikah saja, jika tidak maka bersabar adalah jalan yang tepat. Sekian dari saya, semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di lain waktu.

Apa itu Pernikahan?

Menikah adalah suatu ikatan lahir dan batin yang terjalin antara seorang pria dan seorang wanita yang bukan muhrimnya sebagai suami dan istri bertujuan membina suatu rumah tangga dan sebagai jalan untuk menggapai Rahmat Allah Subhanahu wata’ala.

Pengertian Ijab dan Qabul?

Ijab merupakan pernyataan pernikahan dari pihak wali dari calon istri kepada calon suami, sedangkan qabul merupakan pernyataan menerima atas pernikahan dari wali calon istri.

Sebutkan Rukun-Rukun Pernikahan?

Ada calon suami, Ada calon istri, Ada wali dari calon istri, Ada saksi, Ada ijab dan qabul.

Sebutkan wali nasab yang berhak menjadi wali dalam pernikahan?

Ayah, Kakek dari Ayah, Saudara Laki-Laki Kandung, Saudara Laki-Laki Seayah, Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Kandung, Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Seayah, Saudara Laki-Laki Yang Sekandung Dengan Ayah, Saudara Laki-Laki Ayah yang Seayah, Anak Laki-Laki Paman Yang Sekandung Dengan Ayah, Anak Laki-Laki Paman Yang Seayah Dengan Ayah.

Sebutkan Fungsi Menikah?

Menentramkan jiwa, Memperoleh keturunan yang sah, Terhindar dari perbuatan maksiat.

Kategori: Pendidikan

Mas Bayu

Seorang muslim yang hobi membaca dan menulis. Serta seorang mahasiswa semester akhir yang berjuang untuk lulus.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan