Tabligh Dalam Islam

Tablig Dalam Pangan Islam

Hai teman, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Tabligh”. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Pernahkah kamu mendengar kata Tabligh? Pasti kalian sering mendengarkan tabligh ini bukan, atau bahkan belum pernah sama sekali? Namun sebelumnya, tahukah kamu apa itu tabligh? Terus apa manfaat dari tabligh itu? Lalu apa ketentuan-ketentuan bagi seseorang yang ingin tabligh? Kamu penasaran bukan, jika ya maka simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: “Dakwah: Pengertian, Manfaat, serta Etikanya

Pengertian Tabligh

Tabligh adalah suatu kegiatan yang tujuannya menyampaikan pesan dari Allah Subhanahu wata’ala. Penyampaiannya ini dilakukan secara lisan kepada umat muslim agar umat muslim tahu dan mengamalkan isinya. Orang yang menyampaikan tabligh itu disebut sebagai mubaligh. Adapun contoh dari tabligh yakni seperti tabligh akbar yang mana kegiatannya itu disampaikan kepada banyak sekali orang. Jadi itu tadi adalah pengertian dari tabligh, selanjutnya kita akan bahas mengenai manfaat dari tabligh itu apa saja.

Baca juga: “Khutbah: Pengertian, Manfaat, serta Ketentuannya

Manfaat Tabligh

Banyak sekali orang yang menyangka bahwa tabligh itu hanya bisa dilakukan oleh ulama saja, padahal hal tersebut tidaklah benar. Sebab jika ada orang yang mengetahui kemungkaran maka orang tersebut wajib untuk mencegah atau menghentikannya. Orang tidak perlu menjadi seorang ulama untuk mencegah kemungkaran. Siapa pun orang yang melihat suatu kemungkaran yang terjadi di depan matanya, dan ia sanggup untuk mencegah atau menghentikannya maka orang tersebut berkewajiban untuk mencegah dan menghentikan kemungkaran tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa manfaat dari tabligh itu sendiri adalah untuk menyampaikan pesan kebaikan dan mencegah suatu kemungkaran.

Baca juga: “Menuntut Ilmu Dalam Pandangan Islam

Syarat dan Ketentuan Tabligh

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa orang yang menyampaikan tabligh itu disebut sebagai mubaligh. Namun untuk menjadi mubaligh itu ada syarat dan ketentuannya. Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut ini:

  1. Seorang mubaligh itu harus beragama Islam.
  2. Sudah baligh
  3. Mempunyai akal yang sehat.
  4. Mempunyai ilmu dan pemahaman mengenai agama Islam yang luas.

Itu tadi adalah syarat dan ketentuan untuk menjadi mubaligh, bagaimana kalian sudah memenuhi syarat di atas atau belum?

Baca juga: “Jujur Dalam Pandangan Islam

Etika Dalam Menyampaikan Tabligh

Dalam menyampaikan tabligh itu ada etikanya lho, jadi tidak boleh sembarangan. Adapun etika dalam menyampaikan tabligh adalah sebagai berikut:

  1. Dalam penyampaiannya itu harus lemah lembut dan tidak kasar.
  2. Pakai bahasa yang mudah dipahami oleh orang-orang yang mendengarkan tabligh.
  3. Materi tabligh harus mempunyai dasar hukum yang jelas.
  4. Disampaikan dengan sabar dan ikhlas.
  5. Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan, bertikai, atau mencari kesalahan-kesalahan orang lain.

Itu tadi adalah etika yang harus dipenuhi oleh para mubaligh. Jadi sebaiknya para mubaligh disarankan untuk melaksanakan etika tersebut agar ketika menyampaikan tabligh itu akan menjadi lebih baik serta berkualitas.

والله أعلمُ

Sekian pembahasan mengenai “Tabligh”. Semoga pembahasan di atas memberikan tambahan ilmu serta wawasan bagi kita semua. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *