Artikel Pendek: Teman Yang Buruk

Teman Yang Buruk

Allah Subhanahu wata’ala menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang mengharuskan mereka untuk bermasyarakat dan berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian meskipun seseorang tersebut memiliki fasilitas super lengkap. Akan tetapi ia akan tetap membutuhkan seorang teman, Al Quran dan As-Sunnah juga telah menjelaskan tentang pentingnya berteman dengan orang-orang yang sholeh. Akan sangat bahaya jikalau berteman dengan orang yang tidak sholeh. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Baca juga: “Jangan Pernah Salahkan Wanita

Seorang teman dapat memberikan pengaruh yang baik seperti mengingatkan untuk berdzikir kepada Allah, memotivasi untuk selalu beramal sholeh dan menasehati untuk selalu istiqamah sehingga ia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat. Namun seorang teman juga bisa memberikan pengaruh yang buruk terhadap temannya seperti menyuruh kepada keburukan, mengajak berbuat kerusakan, dan menghalanginya untuk mengingat Allah Subhanahu wata’ala sehingga ia mendapatkan kerugian dan kehancuran baik di dunia maupun di akhirat. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran Surat Al Furqan: 27-29

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Artinya: “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. (27) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). (28) Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (29)”

Baca juga: “Cari Calon Istri Terbaik

Contoh yang terbaik untuk menjelaskan pengaruh pertemanan adalah perumpamaan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Maka orang yang berakal akan memilih orang-orang shaleh sebagai teman dan mereka akan menjahui orang-orang yang akan membawanya kepada keburukan dan kehancuran yang dapat menyebabkan dirinya merugi di dunia dan di akhirat. Allah Subhanahu wata’ala Berfirman dalam Al Quran Surat Az-Zukhruf: 67

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Sekian dari saya, semoga artikel pendek ini bermanfaat, dan sampai jumpa lagi di lain waktu.

Referensi:

  1. Yufid.tv
  2. tafsirq.com
  3. muslimah.or.id
  4. muslim.or.id