Wakaf

wakaf dalam Islam

Hai teman, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel tentang “Wakaf mulai dari pengertiannya, hukumnya, dan rukunnya”. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: “Hadas: Pengertian, Hukum, dan Macamnya

Pengertian Wakaf

Secara bahasa, wakaf itu berasal dari bahasa Arab al-habs dan al-man’u yang berarti menahan dan mencegah. Sedangkan wakaf menurut istilah adalah suatu tindakan atau ungkapan yang menahan harta miliknya kepada pihak lain dengan cara menyerahkan benda untuk diambil manfaatnya oleh masyarakat. Contoh ada orang yang ingin mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid, maka tanah yang sudah diwakafkan tersebut tidak boleh diambil kembali, dijual-belikan, dihadiahkan kepada orang lain, maupun diwariskan.

Wakaf merupakan suatu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir walau orang yang melakukan wakaf tersebut sudah meninggal dunia. Yang mana artinya orang yang sudah melakukan wakaf akan terus menerima pahala selama wakafnya dimanfaatkan oleh orang lain.

Baca juga: “Sifat Qana’ah: Pengertian, Contoh, Ciri, dan Manfaatnya

Hukum Wakaf

Wakaf itu hukumnya adalah sunnah, yang mana manfaatnya sangat besar bagi wakif. Wakaf ini adalah suatu perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Adapun dalil mengenai wakaf adalah sebagai berikut:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Baca juga: “Perilaku Taat: Pengertian, Makna, dan Contohnya

Rukun Wakaf

Berikut di bawah ini 4 rukunnya yang harus kamu tahu:

  1. Syarat orang yang berwakaf (al-wakif):
    Memiliki harta secara penuh, berakal, baligh, mampu bertindak secara hukum.
  2. Benda yang diwakafkan (al-mauquf):
    barang yang diwakafkan merupakan barang berharga, kadar dari harta yang akan diwakafkan harus diketahui, harta yang diwakafkan pasti dimiliki oleh orang yang berwakaf, harta tersebut harus berdiri sendiri.
  3. Orang yang menerima manfaat wakaf (al-mauquf ‘alaihi) atau orang mengurus serta memelihara barang wakaf (nazir), dari segi klasifikasinya orang yang menerima wakaf ini ada dua macam yakni:
    Mu’ayyan (tertentu) yakni orang yang menerima wakaf itu jelas, gaira mu’ayyan (Tidak tertentu) yakni tempat berwakaf itu tidak terperinci.
  4. lafaz wakaf (sigat), dengan syarat sebagai berikut:
    ta’bid, tanjiz (ucapan dapat direalisasikan dengan segera), ucapan harus bersifat pasti, serta ucapan tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan.

والله أعلمُ

Sekian pembahasan mengenai “Wakaf mulai dari pengertiannya, hukumnya, dan rukunnya”. Semoga pembahasan di atas memberikan tambahan ilmu serta wawasan bagi kita semua. Jika ada kesalahan kami mohon maaf. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *